Keterkaitan The Hate U Give dengan Narasi #Blacklivesmatter 2020





Bicara Rasisme memang selalu menarik perhatian dunia dari zaman ke zaman. Luka lama yang membekas kini tercabik kembali hingga menyerukan seluruh warga dunia untuk berempati terhadap tagar #blacklivesmatter. Kasus George Floyd mengingatkan akan sebuah film The Hate U Give yang rilis di tahun 2018. Adakah yang sudah menonton? Dari berbagai film yang mengandung makna tentang rasisme, film hasil besutan sutradara George Tillman Jr. yang juga adaptasi dari novel best seller karya Angie Thomas ini bisa dibilang menyimpan narasi hampir mirip dengan pemicu permasalahan rasisme yang sedang terjadi saat ini. Masa iya? Wis, lanjut baca dulu barangkali yang belum nonton jadi tertarik buat buktiin langsung.

Berhubungan dengan Polisi
Kronologi kematian George Floyd yang jadi penyebab demo di AS ini awalnya dari penangkapan yang dilakuin oleh petugas polisi kepada dirinya usai seorang karyawan menelpon 911 dan menuduh Floyd membeli rokok dengan uang kertas 20 dolar palsu. Singkat cerita, Floyd yang berkulit hitam tidak sadarkan diri lalu tewas dicekik polisi kulit putih. Inilah yang jadi alasan demo menuntut keadilan atas perbuatan fatal dari si polisi berkulit putih tersebut.

Sama hubungannya dengan pemicu konflik dalam The Hate U Give, ketika Khalil, sahabat karib Star Carter yang akan mengantar pulang Star usai dari pesta, tiba-tiba di pertengahan jalan diarahkan untuk menepi oleh seorang polisi berkulit putih. Dipanggil keluar, Khalil mengikuti perintahnya dan menunjukkan surat-surat yang biasanya dibawa saat berkendara. Sebelum berjalan menuju mobil untuk memeriksa sesuatu, polisi itu berpesan supaya Khalil tetap angkat tangan dan jangan bergerak. Namun, dengan tenang Khalil menengok Star yang begitu khawatir dari jendela mobil dan mengambil sisir untuk merapikan rambut sejenak. Sontak polisi yang berjarak beberapa meter dari mobil Khalil mengira sisir itu adalah pistol yang bakal dihempaskan ke polisi itu. Dengan sigap sang polisi malah menembak Khalil beberapa tembakan hingga membuat Star keluar mobil mendekati Khalil. Star yang meneriaki Khalil untuk bertahan ternyata tidak berhasil. Yups! Khalil meninggal di tempat karena dibunuh polisi tersebut. Kalian bisa menerka sendiri, benar-benar berhubungan dengan polisi atau tidak.

Nah, dari garis besar awal konflik saja sudah dapat dicerna kalau The Hate U Give cukup koherensif dengan fenomena yang lagi terjadi sekarang. Kisah gadis berusia 16 tahun yang hidup di dua lingkungan yang berbeda. Lingkungan kumuh tempat Star lahir lalu tumbuh besar, dan SMA bergengsi di pinggiran kota tempatnya bersekolah. Star Carter menjadi saksi tragedi tragis yang menimpa sahabatnya, Khalil.
Betapa terpukulnya ia merasakan kehilangan sahabat kecilnya satu per satu mulai pergi yang sebelumnya Natasha, meninggal lebih dulu gara-gara ditembak oleh seseorang dalam mobil tak dikenal. Di tambah lagi pas berita kematian Khalil muncul di berbagai media dan sama trending-nya dengan kabar George Floyd ke penjuru dunia. Demo besar-besaran udah ga bisa dihindarin lagi, memenuhi jalanan atas nama Khalil dalam film tersebut. Semua orang ingin tau, apa yang sebetulnya terjadi saat Khalil terbunuh. Satu-satunya yang bisa menjawab adalah Star. Yang pasti, kehancuran lingkungan Star sampai nyawanya bisa terbunuh tergantung apa yang akan dikatakannya. 



Luapan Emosi The Hate U Give
       The Hate U Give mampu menyuguhkan balance yang sempurna antara kisah usia dewasa dan drama sosial. Persahabatan, cinta, dan kekeluargaan dikemas dengan penuh kehangatan yang tidak melupakan esensi pesan moral tentang anti-rasisme. Aksi unjuk rasa yang diciptakan dalam film menjadi puncak emosional yang sangat mengundang bawang. 
       Banyak peran pendukung turut memperjelas alur dan membuat semuanya semakin jelas mengiris empati besar karena memang relate banget dengan yang sedang diteriakkan oleh pejuang black lives matter saat ini. Pernah ga kepikiran bagaimana gejolak batin yang dialami anggota kepolisian berasal dari satu ras dengan Khalil dan Star? Gimana mereka dapat bersikap secara profesional menangani kasus tersebut? Melalui film yang dibintangi Amandla Stenberg akan menyadarkan kita menjadi lebih memahami keganjalan kecil yang tersembunyi secara detail, tentu saja bisa dinilai penting tidak penting tapi tetp mengedukasi.  
Berkaca dari film ini, membuat kita benar-benar membuka mata tentang mereka yang minoritas, keadilan, cinta yang tulus (tidak peduli yang dicintai itu hitam atau putih) karena kita semua sama di mata Tuhan. Sama-sama seorang manusia yang hidupnya sedang menumpang di bumi dan menghirup oksigen sebagai pernapasan kita untuk hidup di dunia yang sementara ini.
Pentingnya menyuarakan keadilan dan saling menghargai serta melindungi antar sesama menjadi makna yang mendalam dalam realita kehidupan. Sekalipun kadang ketidakadilan menghadirkan pengalaman yang begitu pahit, namun akan selalu ada suara-suara yang mendukung perdamaian. Kuncinya, jangan pernah berhenti berbuat benar.
Selamat membuktikan langsung.
Selamat menonton The Hate U Give!
Selamat menganggukkan kepala tanda setuju relate dengan isu rasisme yang lagi terjadi.

Commentaires

Posts les plus consultés de ce blog

Pantai Parangtritis Kembali Bersih

TANGGAP WACANA MENGETI DINTEN PAHLAWAN 10 NOPEMBER

Cara Membuat Paspor Baru di Era New Normal