COVID-19 PASTI BERLALU, KITA KAN BERTEMU
Untuk keluarga yang saat ini jauh dari dekapan. Gundah gulana perasaan yang selalu kutepis dan menyingkirkannya dengan doa yang senantiasa menyertai mereka. Maaf beribu maaf, di sela-sela kuliah daring, saya belum mampu pulang ke rumah, surga yang kurindukan. Situasi yang memaksa, kondisi yang menempatkan posisiku serba salah, anjuran pemerintah yang logis juga menjadi alasan. Bukan maksudku terlalu acuh tak acuh, bukan inginku untuk tetap di kota pelajar, berbanding terbalik tidak seperti yang lain memberanikan diri ke kampung halaman menemui orang-orang terkasih. Akan tetapi, aku menjauh karena menjaga. Menjaga diri demi keberlangsungan hidup orang-orang yang aku sayangi. Siapa bilang ini tidak berat? Ini sungguh membuatku hampir putus asa. Terkepung di perantauan, status mahasiswa daring yang kusandang secara tiba-tiba, jangankan bekerja separuh waktu, pekerja yang full-time saja mau tidak mau harus menelan pahit di PHK imbas pandemik ini. Terkurung sunyi dalam kamar telah...