COVID-19 PASTI BERLALU, KITA KAN BERTEMU
Siapa bilang ini tidak berat? Ini sungguh membuatku hampir putus asa.
Terkepung di perantauan, status mahasiswa daring yang kusandang secara
tiba-tiba, jangankan bekerja separuh waktu, pekerja yang full-time saja mau tidak mau harus menelan pahit di PHK imbas
pandemik ini. Terkurung sunyi dalam kamar telah menghabiskan kesabaranku. Aku
rindu, rindu masakan mama yang selalu berhasil menambah porsi makanku lebih
banyak daripada di perantauan. Rindu saudara perempuanku, Ayu yang selalu
dibuat geram karena ulahnya, rindu makan malam bersama keluarga dipimpin papa
yang berceloteh ringan entah tentang pendidikan, pengalaman, hingga masa depan
kelak.
Apakah masa-masa itu dapat diputar kembali? Sewajarnya waktu memang
tidak dapat berjalan mundur. 2020 terlanjur menyongsong di hadapan kita,
menciptakan jarak untuk lebih memahami betapa pentingnya kebersamaan. 2020
telah menghadirkan bencana alam untuk lebih menghargai kelestarian alam,
memunculkan penyakit untuk lebih mengingatkan betapa berharganya kesehatan. Kalau
saja, cepat atau lambat pandemik ini berakhir, tidak mengubah tekadku untuk
berpulang. Tiada mengganti niatku untuk memperbaiki yang bisa diperbaiki, aktivitas
kemanusiaan, kesehatan, ramah lingkungan, dan lain-lain yang berpotensi untuk
kelangsungan hidup. Ya, intinya aku hanya ingin rumah, berteduh sementara waktu
melepas penat, aku rindu mereka yang selalu di hati. Semoga Tuhan menghendaki
yang terbaik untuk bumi ini. Semoga Tuhan melindungi orang-orang yang kukasihi
lebih tepatnya di rumahku, surgaku.

Commentaires
Enregistrer un commentaire